Buku Isra’ Mi‘raj dan Realitas Multidimensi: Membaca Mukjizat di Batas Akal dan Sains menawarkan cara pandang baru dalam memahami salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah Islam. Berangkat dari kegelisahan atas pertentangan semu antara iman keagamaan dan rasionalitas ilmiah, buku ini mengajak pembaca menafsirkan Isra’ Mi‘raj melalui pendekatan filosofis dan sains modern, khususnya konsep multidimensi dan ruang-waktu. Dengan menggunakan analogi makhluk satu, dua, dan tiga dimensi, penulis menunjukkan bahwa keterbatasan akal dan persepsi manusia sering kali melahirkan kesimpulan keliru tentang realitas. Mukjizat tidak diposisikan sebagai pelanggaran akal, melainkan sebagai peristiwa yang melampaui batas-batas epistemologis manusia. Melalui dialog kritis dengan teori relativitas, fisika kontemporer, dan pemikiran Islam modern, buku ini menegaskan bahwa iman dan sains bukanlah musuh, tetapi dua jalan berbeda menuju pemahaman realitas yang lebih utuh. Ditujukan bagi akademisi, mahasiswa, dan pembaca umum yang berpikir kritis, buku ini menjadi undangan intelektual untuk membangun iman yang cerdas, akal yang rendah hati, serta teologi Islam yang terbuka dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.